Psikologi Konsumen: Produk yang Bertahan di Era Pandemi (A Consumer Psychology Essay)


Di Era Pandemi, Baca Ebook di Gramedia Digital Jadi Hobi Baru Bagi Masyarakat yang Cermat


Pinterest

Semenjak virus COVID-19 mulai merebak di Nusantara di awal tahun 2020, banyak sekali perubahan yang dialami masyarakat Indonesia, salah satunya adalah diberlakukannya pembatasan mobilitas dengan program pembatasan sosial berskala besar (PSBB) (KEMENKO, 2020). Kondisi ini membuat masyarakat diimbau untuk tidak pergi ke tempat-tempat yang ramai, salah satunya pusat perbelanjaan (mal). Tentunya, hal ini telah menyebabkan banyak mal menjadi sepi pengunjung dan bahkan terpaksa ditutup (CNBC Indonesia, 2021). Lalu bagaimana kabar dari salah satu toko buku paling terkemuka yang ada, yaitu Gramedia, yang terkenal merupakan tenant favorit di banyak mal-mal di Indonesia? Apakah perusahaan yang berada di bawah naungan Kompas Group ini juga mengalami kebangkrutan karena tidak adanya pengunjung yang datang untuk membeli buku?


Ternyata, perusahaan ini sama sekali tidak mengalami kebangkrutan. Menurut Asri Media Yosef Adityo, Corporate Secretary dari PT. Gramedia, semenjak awal masa pandemi COVID-19, pihak Gramedia telah mulai membuka layanan penjualan buku secara daring melalui situs Gramedia.com, atau yang disebut juga dengan “Gramedia Digital” (Kompas Cyber Media, 2020). Semenjak itu, penjualan buku di perusahaan ini yang berbentuk ebook, yaitu buku yang dapat dibaca dengan media elektronik seperti laptop, smartphone, atau kindle, mengalami peningkatan sebanyak 90% atau hampir empat kali lipat dari penjualan buku cetak ketika sebelum masa pandemi (Kompas Cyber Media, 2020). Tren peningkatan penggunaan ebook ini juga dibenarkan oleh Bagus Adam, Digital Publishing and Multimedia Manager dari PT. Gramedia. Selain itu, ia menambahkan bahwa kebanyakan pembaca ebook di Gramedia Digital saat ini adalah pengguna layanan Gramedia Digital Premium (Detikhot, 2021). Apa yang dimaksud dengan layanan Gramedia Digital Premium?


Ketika mengakses situs Gramedia Digital, kita akan disuguhkan pilihan untuk membeli ebook secara satuan, atau pilihan untuk berlangganan paket premium dari berbagai genre secara terpisah, serta ada juga layanan full premium” dimana kita dapat mengakses buku dari berbagai genre yang ada. Ketika memilih membeli ebook secara satuan, berarti kita dapat memiliki buku elektronik tersebut selamanya, yang artinya, kita dapat mengaksesnya kembali kapanpun kita mau. Namun, harga satu ebook sangat mahal jika dibandingkan harga berlangganan paket premium. Sebagai contoh, kisaran harga satu buku ebook nonfiksi adalah Rp59.000-89.000, padahal jika kita membeli paket premium nonfiksi, dimana dalam jangka waktu tertentu kita dapat mengakses seluruh buku nonfiksi yang ada, kita hanya perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp45.000/bulan, bahkan, kerap kali tersedia diskon sehingga hanya seharga Rp31.500/bulan. Sedangkan, harga paket layanan full premium adalah sebesar Rp89.000/bulan. Tawaran ini tentunya sangat menggiurkan bagi para konsumen yang sangat suka membaca buku, juga merupakan gebrakan bagi komunitas pecinta literatur di Indonesia, mengingat sebelum masa pandemi, kebanyakan masyarakat masih harus pergi ke toko buku atau perpustakaan agar bisa membaca buku secara legal. Oleh karena itu, harga yang murah dan kemudahan akses ini kerap menjadi perbincangan hangat di media sosial.


Salah satu media sosial yang kerap membahas tentang hal ini adalah Twitter. Di Twitter sendiri, terdapat akun bernama “Literary Base” (@literarybase). Akun yang memiliki jumlah pengikut sebanyak 568.600 orang tersebut merupakan wadah bagi para pecinta literatur di Indonesia untuk berbagi informasi terkait dunia literatur. Gramedia Digital, atau sering disebut juga dengan “Gramdig” kerap menjadi bahan obrolan disana. Bahkan, hanya di bulan April ini saja, terdapat lebih dari 100 tweet yang membahas tentangnya dalam akun tersebut (Brand24, 2022). Kebanyakan tweet membahas mengenai upaya ‘berbagi’ akun Gramdig, hal ini dikarenakan, Gramdig sendiri mengizinkan satu akun premium untuk dapat diakses oleh dua device dalam satu waktu yang bersamaan, sehingga, dua orang dapat menggunakan satu akun saja. Tentunya, hal ini dimanfaatkan oleh para konsumen untuk dapat mendapatkan setengah harga dengan cara berpatungan dalam membayar biaya berlangganan akun premium tersebut. Pecinta buku dalam genre yang sama dapat membuat kesepakatan untuk saling membayar setengah harga saja. Mereka bahkan kemudian dapat menjadi teman membaca daring (reading buddy) yang dapat membuat pengalaman membaca ebook menjadi jauh lebih menyenangkan.


Tingkah laku dari para pembaca ebook ini sangatlah cermat. Mereka menganalisis perbandingan harga serta pengalaman orang lain yang dibagikan lewat sosial media sebelum kemudian memutuskan untuk berlanggan di Gramedia Digital, bahkan kerap kali juga menggunakan teknik berpatungan agar mendapatkan keuntungan yang berlapis. Dari sisi psikologi konsumen, fenomena ini dapat dianalisis lewat teori collective decision making. Pengambilan keputusan kolektif adalah situasi ketika lebih dari satu individu secara kolaboratif berpartisipasi dalam pemecahan masalah terkait pemilihan produk —dari pengenalan awal dan pencarian informasi hingga evaluasi alternatif dari pilihan produk, kemudian memutuskan untuk memilih suatu produk atau layanan yang akan digunakan bersama (Solomon, 2016, p. 400). Secara kognitif, proses pengambilan keputusan dipandang sebagai proses dimana individu berusaha mencari bukti eksternal berupa informasi sebanyak mungkin yang dapat ia observasi, membandingkan berbagai informasi yang telah ia dapatkan, kemudian keputusan akhir bergantung pada apakah terdapat pilihan yang telah sesuai dengan kriteria ideal yang dimiliki individu secara internal (Radvansky & Ashcraft, 2015; Psychology Today, 2022). Penelitian Mann (2018) juga mengatakan hal yang serupa, menurutnya, bagi individu yang memiliki tingkat rasionalitas yang tinggi, ketika mereka memutuskan mengonsumsi suatu produk secara kolektif, ia akan menjadikan informasi sosial yang didapatkannya dari observasi terkait hasil pilihan-pilihan orang lain sebagai salah satu sumber terkuat, sebelum akhirnya memutuskan apakah bukti eksternal tersebut telah sesuai dengan kriteria ideal yang ia miliki. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa bagi konsumen yang cerdik, sosial media saat ini telah mampu menjadi salah satu sarana yang sangat bermanfaat dalam mencari berbagai informasi sosial yang dapat digunakan sebagai bukti eksternal dalam proses kognitif pengambilan keputusan, khususnya yang dilakukan secara kolektif.




Referensi:


Ashcraft, M. H., & Radvansky, G. A. (2015). Cognition. Pearson.

Geliat Buku digital Di Tengah Pandemi, Ancam Buku Cetak? (2021, November 10). Detikhot. https://hot.detik.com/book/d-5804722/geliat-buku-digital-di-tengah-pandemi-ancam-buku-cetak

Kompas Cyber Media. (2020, June 3). Di Tengah Pandemi, Penjualan online Buku Gramedia Melonjak 90 Persen. KOMPAS.com. https://money.kompas.com/read/2020/06/03/170700926/di-tengah-pandemi-penjualan-online-buku-gramedia-melonjak-90-persen

Mann, R. P. (2018). Collective decision making by rational individuals. Proceedings of the National Academy of Sciences, 115(44), E10387-E10396.

Pembatasan Sosial Berskala Besar. (2020). Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. https://www.kemenkopmk.go.id/pembatasan-sosial-berskala-besar

Psychology Today. (2022). Decision-Making. https://www.psychologytoday.com/us/basics/decision-making.

Sandi, F. (2021, October 26). Tsunami 'Kebangkrutan' Di RI Nyata! Mal Diobral Sampai Tutup. CNBC Indonesia. https://www.cnbcindonesia.com/news/20211026163856-4-286723/tsunami-kebangkrutan-di-ri-nyata-mal-diobral-sampai-tutup

Solomon, M. R. (2016). Consumer behavior: Buying, having, and being. Prentice Hall.



Lampiran:


Tampilan Halaman Utama Situs Gramedia Digital (gramedia.com)


Tampilan Harga Paket Layanan Premium di Situs Gramedia Digital (gramedia.com)



Tampilan Harga Satuan Ebook di Situs Gramedia Digital (gramedia.com)


Iklan Promosi dari Gramedia Digital


Comments