Konnichiwa, Japan!

 

هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ لَـكُمُ الْاَرْضَ ذَلُوْلًا فَامْشُوْا فِيْ مَنَاكِبِهَا وَكُلُوْا مِنْ رِّزْقِهٖ  ؕ  وَاِلَيْهِ النُّشُوْرُ


Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahi lah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.

[QS. Al-Mulk:15]

 

Halooo semua! Kembali lagi sama Andini! Hehehe udah kayak vlogger aja, yaa :D Kali ini, aku mau membahas cerita ketika aku pergi mengunjungi Negeri Bunga Sakura, nih! Yap, bener banget, Jepang! Jadi, tepat pada tanggal 1 Juli 2018, alhamdulillah aku diberi kesempatan untuk pergi ke sana. Sebenernya, perjalananku ke Jepang nggak seperti apa yang diekspektasikan ‘kebanyakan orang’ -yaitu seperti mengunjungi monumen nasional atau tempat-tempat wisata lainnya. Perjalananku kali ini, malah sesederhana mengeksplorasi kehidupan sehari-hari masyarakat di kota Tokyo. 

“Kok bisa gitu, din?” Iya, makanya, lanjut dibaca aja, yaa, sesi ngebolang-nya Andini kali ini, hehehe! 

Pesawatku saat itu take off dari Bandara Soekarno Hatta di malam hari, tepatnya di jam 00.00 malam. Sepanjang malam di perjalanan, pesawat yang aku tumpangi ini sering kali mengalami turbulance yang lumayan menyeramkan, sehingga pada akhirnya, tidur menjadi kegiatan favoritku selama diperjalanan. 

Setelah menempuh perjalanan selama 7 jam, aku akhirnya sampai juga di Bandara Narita, Prefektur Chiba, kira-kira pada pukul 09.00 pagi. Kalau dihitung-hitung, karena perjalanan ke Jepang dari Indonesia membutuhkan waktu 7 jam dan aku berangkat dari Jakarta pada tepat pukul 00.00 WIB dini hari, berarti perbedaan waktu antara Indonesia dan Jepang adalah 2 jam, dengan Jepang yang subuh duluan. 

Nah, dikarenakan aku nggak mendarat di Bandara Haneda yang terletak di Tokyo, maka aku harus menempuh perjalanan selama 1 jam mengendarai bus untuk bisa sampai ke Tokyo.

Sebelum menempuh perjalanan ke Tokyo, tentunya banyak yang harus diselesaikan dulu di Bandara Narita ini, salah satunya adalah pemrosesan pengecekan kelegalan imigrasi di ruang imigrasi bandara. Nah, disana, semua data-data kami di cek kembali, juga dimintai sidik jari dan foto close-up (untuk mendeteksi lensa mata -pengecekan biometri). Proses pengecekan biometri ini cukup unik karena beberapa dilakukan oleh robot otomatis. 

Oke, lanjut. Nah, habis ini, agenda selanjutnya adalah bertemu dengan tour guide yang ternyata adalah anaknya teman mama yang sempat melanjutkan studinya di Jepang!

Setelah sedikit ngobrol dan berkenalan, kami-pun diajak untuk mengantre agar bisa naik bus bandara yang nantinya akan mengantar kita ke Tokyo. Cuuss.. Bus itu pun melaju dengan kecepatan yang sedang-sedang saja, hehehe.

Pemandangan di Kota Narita yang aku lihat waktu itu benar-benar sederhana, tapi cukup memanjakan mata. Sepanjang perjalanan, yang aku lihat adalah persawahan dan ruang terbuka hijau yang tersebar dimana-mana, rumah-rumah yang terpaut jarak lumayan jauh dengan satu sama lain, juga jalanan beraspal yang lebar. Sebenarnya, aku ingin mengabadikan momen perjalanan itu selama yang aku bisa, tapi apa daya mataku yang kelelahan memaksa aku untuk cuma tidur. Huft. 

Satu jam kemudian.... here we are finally in Tokyo! Tour guide aku mengatakan bahwa hotel yang akan aku tempati berada dekat dari perhentian bus tersebut jadi kita bisa jalan kaki aja kesana, so that’s what we did. 

Sebenarnya, yang paling berkesan dari liburan aku ke Jepang ini adalah karena aku banyak sekali melakukan hal-hal yang nggak pernah aku lakuin sebelumnya. Contohnya, aku jadi banyak berjalan. Iya, tahu, kedengarannya simpel banget, yaa, wkwkw. Tapi, I mean it, selama di Jepang tersebut aku bisa berjalan sekitar 3-5 km sehari bahkan dengan membawa barang-barang bawaan yang bisa dibilang lumayan berat. Sesuatu banget seseorang yang memiliki hambatan dalam mobilitas kayak aku ini, tapi ternyata dengan dukungan dan motivasi yang besar... bisa juga, lho, hehehe. :)

Selain itu, aku kesana nggak dengan travel agent resmi, jadi aku bener-bener serasa ngebolang aja gitu. Nggak menyewa mobil, jadi kemana-mana naik KRL, eh bukan KRL deng, disini disebutnya Tokyo Metro/Subway, hehehe. Aku menjelajah kemanapun naik Tokyo Metro ini.

Kegiatan yang aku lakuin di Jepang diantaranya kayak mengunjungi minimarket, makan di pinggir stasiun, melihat pemandangan kota dari atas JPO, berdesakkan di kereta bersama citizen Tokyo yang sedang pulang kerja, belanja di toko “Serba 100 Yen” sampai mencoba toilet gratis di bandara! Wkwkwk. Aku sempat juga sih, mengunjungi Disney Sea dan Shibuya, tapi mungkin itu cerita untuk lain hari, yaa, hehe...

Aku nggak bisa menjelaskan semuanya satu-satu, oleh karena itu, aku coba untuk merangkum hal-hal yang aku rasa merupakan pengalaman atau hal yang paling menarik yang aku rasakan dan temui selama berada di Jepang lewat poin-poin dibawah ini, yaa! :D


1.                Bertatakrama di Area Publik

Satu pengalaman yang berkesan banget buatku adalah ketika aku naik Tokyo Subway dan satu-satunya orang yang mengobrol disitu hanyalah rombongan aku. Waktu itu malu rasanya, tapi untungnya orang-orang disana memaklumi karena mungkin mereka tahu kalau kita adalah turis. Ternyata, kalau di Jepang ngobrol keras di kendaraan umum adalah big NO! Mereka kalau mau ngobrol bahkan bisik-bisik! Aku salut banget dengan kesadaran masyarakat Jepang atas ketenangan bersama ini, insyaa Allah kita doain di Indonesia juga lama-lama bisa kayak gitu, yaaa!

Oh, iya, selain itu, mereka juga tertib banget dalam mengantre. Kalau mau naik kereta, mereka bikin antrean ke belakang dengan ngikutin garis-garis yang ada di stasiun tersebut. Juga, kalau naik eskalator, semua orang mengambil sisi sebelah kiri, karena sisi sebelah kanan sengaja dikosongkan untuk orang-orang yang sekiranya terburu-buru. Keren, ya!




2.         Sopan Santun yang Tinggi

Banyak banget kejadian yang bikin aku merasa bahwa masyarakat Jepang punya moralitas yang tinggi. Diantaranya, saling sapa dengan petugas ataupun supir bus dengan mengatakan "Selamat pagi!" atau "Selamat malam!". Juga, pernah suatu ketika aku membeli pembalut di supermarket dan ternyata oleh penjaga kasir pembalut tersebut dibungkus lagi seperti kado. Selain itu, aku juga pernah kesasar ketika berada di Bandara dan dikarenakan kebanyakan masyarakat Jepang kurang fasih berbahasa Inggris, maka aku-pun harus menggunakan gerakan isyarat untuk berkomunikasi dengan pegawai yang kutemui saat itu. Uniknya, meskipun kesilutan berkomunikasi, pegawai tersebut dengan tetap sabar mengantarkan aku dan berkomunikasi sama aku lewat gerakan isyarat! :D

3.         Teknologi yang Canggih (Toilet High-Tech dan Air Minum Gratis)  

Salah satu hal yang membuat aku salut dengan negara Jepang adalah bagaimana Jepang bisa menyeimbangkan menjaga kearifan lokalnya sambil terus mengembangkan teknologinya. Di toilet bandara, aku menemukan salah satu bukti dari kemajuan teknologi di Jepang ini. Iya, toilet high-tech! Toilet ini bisa mengatur kekuatan dan arah siraman air, tempeatur air, bahkan sebagian dapat memutarkan musik untuk kita! 

Selain itu, air yang mengalir di saluran air di seluruh Tokyo bisa diminum, jadi kamu bisa mandi sambil meminum air seperti kata peribahasa! Eh, salah, deng, itu mah menyelam sambil meminum air, hehehe. 

 

4.                  Makanan-makanan Unik di Jepang

So… I’ve tried an expensive sushi restaurant, but it is nothing compared to the things I ate at the train station… Jadi, aku memutuskan bahwa makan di restoran pinggir jalan atau dari mesin otomatis jauh lebih nikmat daripada makan di restoran sushi yang mahal. Eits tapi meskipun disebutnya 'makanan pinggiran jalan' dan emang benar berada di restoran sepanjang jalan, tapi, masakan yang disediakan ala restoran mahal kalau di Indonesia, lho, cuma harganya lebih murah aja. Selain itu, banyak banget jajanan unik yang ada di Jepang ini, seperti segala hal-hal dengan rasa green tea dan coca-cola bening ini!




5.                  Tata Kota yang Keren

Aku juga sangat mengagumi infrastruktur yang ada di Jepang yang memudahkan siapa saja untuk bisa berlalu-lalang dengan perasaan nyaman. Selain enak untuk dipandang, tata kota Jepang ini sangat aman hingga aku beberapa kali melihat anak kecil atau lansia bisa berjalan tanpa ditemani. Sepeda juga lebih banyak terlihat dibandingkan sepeda motor, persis seperti yang di drama-drama itu! Selain itu, pengguna jalan di Jepang juga sangat taat aturan, jadi ketika lampu merah, meskipun hanya satu orang ataupun bahkan tidak ada satupun penyebrang, pengemudi bakalan tetap berhenti. Salut banget! Semoga Indonesia bisa seperti itu suatu saat kelak, aamiin. 






Last but not least, ini dokumentasi beberapa momen berharga yang aku sempat abadikan lewat foto selama di Jepang nih, gaes! Silakan dilihat-lihat, yaa (kalo kepingin, aja, sih, hehehe)! 

 





Segitu dulu cerita aku untuk hari ini, semoga bermanfaat, menghibur, dan… as always, have a nice and blessed day, people! :)


Credit:

Foto Toilet Modern: https://www.nippon.com/en/ncommon/contents/features/53541/53541.jpg

 

Comments