Ngebolang Demi Buku



Hai, semua! Gimana kabarnya selama liburan ini? Semoga bisa tetap produktif dan bermanfaat dan hopefully, membahagiakan, yaa, hehehe. Jadi, disini gue mau sedikit cerita tentang salah satu kegiatan yang gue lakukan selama liburan ini, nih.. Apa, yoo? Yap, bener banget, I went to Big Bad Wolf (BBW)! Bagi yang enggak tahu, jadi BBW itu adalah festival buku internasional dengan diskon mencapai 60%-80%, loh! #JadiPromosi

Sebenernya, BBW ini sempat hadir di Jakarta, tapi entah gimana, I missed out the chance. Jadilah gue pergi ke Bandung pada hari terakhir penyelenggaran BBW tersebut. Yeah, I am as reckless as that, hehehe. Niat awalnya, sih, gue mau nitipin buku aja ke temen gue yang ada di Bandung, tapi temen gue ini emang rada-rasa iseng gitu, katanya dia gak mau kalo dititipin, maunya ditemenin. Jadi yaudah, deh, setelah izin, tanpa pikir panjang gue langsung pesan tiket travel ke Bandung.

Alhamdulillah perjalanan ke Bandung lancar, terus... ya, bagian sini nggak penting-penting banget, sih, jadi skip ajalah yaa, hehehe. Pokoknya waktu itu karena BBW-nya diselenggarakan di sebuah hotel di Kota Batu Parahyangan, jadilah kita sempat kebingungan harus naik apa, karena tempat tersebut berada lumayan jauh dari Dago, pusat Kota Bandung, dan harus masuk tol kalau mau kesana. Kalau naik kendaraan daring, nanti mahal, kan... Ditambah lagi, saat itu lagi hujan deras. Untungnya, kita dapet info kalau bisa naik Damri aja!

Apa itu Damri? Hmm.. bagi kalian yang enggak tahu, Damri, tuh, itu loh, bus publik yang warnanya biru, yang ada stiker “Ayo naik BUS” di jendelanya! Ya, pokoknya, bentukkannya gini deh, I’ll put a picture below, hehehe.


dis is damri  (P.S. di Jakarta, seringnya disebut Transjakarta/Busway)

Tapi, serius, deh, ternyata seenak itu, loh, naik damri ini. I’ll admit, I’m not a regular customer for it too. Jadi, di tempat gue bertempat tinggal, yap, di Depok, info tentang Damri ini masih sangat terbatas (atau mungkin gue-nya juga kurang mencari informasi, sih...)

Gue akuin, seharusnya gue juga lebih berinisiatif untuk mencari info, tapi alangkah baiknya jika pemerintah bisa lebih menyebarluaskan informasi tentang kendaraan umum, khususnya dalam kasus ini, Bus Damri. Soalnya, sayang banget kalau enggak banyak yang tahu, padahal kendaraannya nyaman banget, AC-nya dingin, dingiiinn banget, kayaknya suhunya sampe dibawah derajat, deh, hehehe, enggak deng... (apaan, sih, garing, din!)

Oh, iya, plus, it is very cheap! Di Bandung kemarin, untuk perjalanan sepanjang rute, cukup bayar Rp10.000 aja, loh! Yap, enggak ada beda harga meskipun kita berhenti di pemberhentian terakhir. So, not only it is easily accessed, comfortable, it is affordable as well! Highly recommended as a mean of transport, guys! :)

Oke, gue jadi bahas kemana-mana, kan... Mari balik ke topik sekarang, yah, hehehe. Jadi, sebelum pergi ke BBW, tuh, gue sebenernya udah punya list buku apa aja yang mau gue beli, ini nih list-nya:

1. And Then There Were None - Agatha Christie (1939)
2. Tuesdays with Morrie - Mitch Albom (1997)
3. The Giver - Lois Lowry (1993)
4. The Diary of a Young Girl - Anne Frank (1947)
5. Where She Went - Gayle Forman (2010)
6. The Power of Habit - Charles Duhigg (2012)
7. Becoming - Michelle Obama (2018)

Kalau kalian penggemar buku, mesti, deh, kalian nyadar kalau buku-buku yang gue incer adalah buku-buku yang sangat booming. Aaaand... I guess that’s the biggest mistake I made then. Gue nggak tahu apa karena gue datang di hari terakhir, tapi, sepertinya BBW itu enggak menjual buku-buku yang ‘masih laku di pasar’ –but please do correct me if I’m wrong! Soalnya, ini kejadian juga dua tahun yang lalu waktu gue ke BBW, dan satu tahun yang lalu saat seorang teman gue juga ke BBW.

But don’t fret! Tetep, seru, kok menjelajah lautan buku di BBW, percaya, deh! Kenapa? Soalnya gue merasa jadi pengalaman baru buat menemukan buku-buku yang dulu bahkan gue nggak tahu keberadaannya gitu, hehehe.

Gue adalah salah satu tipe orang yang suka banget baca-bacain cover belakanganya buku –yep, halaman di mana kita bisa baca review tentang buku tersebut. Ngehabisin waktu buat baca gituan sambil merhatiin ilustrasi-ilustrasi menarik di cover buku, tuh, bener-bener moodboster buat gue. Yep, I’m a bookworm, if you hadn't caught it!

Kita menghabiskan waktu kurang-lebih dua jam buat mengelilingi seluruh area festival dan alhamdulillah gue berhasil di buat jatuh cinta oleh empat buku! Let’s meet with the new loves of my life, guys:

1. The Soul of an Octopus – Sy Montgomery (2015)

Sebenarnya, buku ini adalah buku terakhir yang gue pilih waktu itu. Sama sekali nggak terpikirkan sebelumnya untuk beli buku di section “Animals” –yep, isinya buku-buku yang lumayan berat gitu buat gue. Ironically, I found my recent favorite books on that section, this one and the last one on the list! :)

Jadi, apa, sih sebenernya isi buku ini? Kayak yang tercantum dalam judulnya, buku ini beneran membahas tentang gurita, gaes! Menariknya, buku ini nggak hanya membahas tentang keunikan spesies tersebut dari sisi anatominya aja, tapi juga dari segi emosional-nya gitu. Penulis buku ini juga merupakan seorang naturalist tulen yang udah berhasil menuliskan 28 buku sains nonfiksi. So, for those of you who is interested in biodiversity and basically the wonders of the world, this book is made especially for ya!


Price: IDR 80.000




2. Finding Cherokee Brown – Siobhan Curham (2013)

Buku ini adalah buku pertama yang gue ambil, sekaligus satu-satunya buku yang diambil tanpa dipikir dua kali. For me, it's intriguing to have the chance to see deeper into the journey of how a writer can grow as a person and become braver whilst doing their job -and this book precisely talks about that!

Selain itu, uniknya, meskipun dalam buku ini banyak diselipin tips dan trik buat nulis buku, tapi buku ini tuh bukan buku instruksi ataupun autobiografi gitu. Jadi, bukunya, tuh, utamanya menceritakan perjalanan si tokoh utama yang berjuang melawan perundungan gitu, sampai akhirnya dia memutuskan untuk menjadikan 'menulis buku' sebagai pelariannya! Honestly, I can't wait to finish this book!

Price: IDR 70.000




3. Why Is This Night Different From All Other Nights? – Lemony Snicket

Nah, kalo buku yang ini, mungkin udah pada tahu, ya? Yep, buku yang di tulis oleh Lemony Snicket alias Daniel Handler ini merupakan buku terakhir dari serial "All The Wrong Questions (ATWQ)", yang totalnya ada empat buku. Serial ATWQ ini juga merupakan prekuel dari serial "A Series of Unfortunate Events" yang udah tayang di N-tflix itu, loh! Jadi sebenernya, kalo males baca (ya tapi jangan, hehehe), bisa langsung aja, nih, di tonton filmnya!

Buku ini genre-nya misteri, tapi, meskipun gitu, buku ini ditulis buat anak-anak, jadi buat kalian yang nggak terlalu suka misteri, buku ini tetep asik kok buat dijadiin bahan bacaan ringan, apalagi bahasa (inggris)-nya insyaa Allah mudah dimengerti! :)

Price: IDR 70.000




4. The Brain: An Illustrated History of Neuroscience – Tom Jackson (2015)

Last but not least, here is the legendary neuroscience encyclopedic! Nggak segitunya, deng, hehehe. Hmm, untuk buku yang satu ini, gue nggak bisa jamin setiap orang bakal suka, sih... Tapi, kalau kalian merupakan seorang mahasiswa psikologi (atau mungkin juga kedokteran)... this book is a MUST-HAVE! 

Kenapa? Pertama, adalah karena bukunya mencakup hampir semua materi dasar Ilmu Psikologi (pelajaran di semester 1-2) dan kedua adalah karena konsepnya dijelaskan dengan menarik -simple yet thoroughly! Ilustrasinya juga gede-gede, bagus, ya mantaplah dan insyaa Allah bermanfaat hehehe :D 

Price: IDR 140.000




So, kesimpulannya, gue merasa alhamdulillah pengalaman ngebolang gue ini ternyata seru banget dan banyak manfaatnya, meskipun awalnya dilakuin tanpa niat sama sekali dan cenderung impulsif, hehehe. Semoga apa yang gue tulis pada kesempatan kali ini bisa somehow menaikkan minat baca kalian yaa, soalnya berdasarkan quote favorit gue, yang bunyinya gini:

"A book a week/month/year (semampunya ente ajalah, wkwkw) helps keep the ignorance away."

Yap, ternyata banyak baca buku sabi banget bantu membuka pemikiran kita, nih, gaes. Jadinya, kita bisa belajar buat lihat berbagai hal dari perspektif yang berbeda, gitu... Apalagi lewat buku kita juga bisa jadi tahu berbagai budaya, dinamika sosial dan pengetahuan lainnya yang ada di mana-mana, bahkan di belahan dunia yang lain. Kan, jadi keren gitu kalo tahu padahal mah ngeliat aja nggak pernah, hehehe... #ehapasih

Yaudah... pokoknya, happy reading, guys, and hope y'all have the best of the best of time during this holiday season! See you ‘till next time! :D


Comments